bagelenjireh

Kue kering bagelen paling renyah, uenakk, bikin "ketagihan"

Bagelen Jireh ada di Goedang Oleh-Oleh

Kue Kering Bagelen merk JIREH sekarang hadir di toko jajan “Goedang Oleh-Oleh”

Jalan Simpang Tenaga II/12 Malang.

Tempatnya enak, lahan parkir lapang, ada mushola, playground indoor & outdoor, juga ada pujasera (salah satu stand makanannya yang enak adalah lalapan KREMES MaDu).

Leave a comment »

Leave a comment »

Ragam produk bagelen JIREH

2 Comments »

BISNIS MODAL MINIM

Menjadi pengusaha sukses adalah impian semua orang, karena di sana akan tercapai adanya kebebasan finansial dan waktu. Namun seringkali sebagai pemula bisnis, ada hasrat untuk segera menjadi besar, enggan bersusah payah melatih insting bisnis dengan hal yang kecil atau remeh. Tidak salah sebenarnya menyabet peluang besar, namun jika modal, mental, dan kapasitas belum siap bisa merusak tatanan moral atau karakter yang baik.

Modal besar kerap menjadi kendala terbesar memulai suatu bisnis, padahal ada begitu banyak usaha yang tidak memerlukan modal atau dana besar. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian melangkah. Bisnis yang baik adalah yang dilaksanakan, bukan yang cuma diangan-angankan !

Peluang menjadi agen penjual dompet merk terkenal ”Lufas” dan agen kue kering bagelen ”Jireh” adalah latihan bagi pemula bisnis dengan modal minim untuk memulai atau memiliki suatu usaha yang menghasilkan pendapatan. Hanya bermodal tidak lebih dari Rp.1 juta, Anda sudah bisa mencoba melatih kemampuan pemasaran dan penjualan Anda.

Segeralah ACTION, bukan cuma PLANNING ! Lebih baik melangkah dengan hal sederhana, daripada hanya diam merencanakan ! Sukses selalu !

Leave a comment »

Dua Rasa Andalan

Kami menyediakan dua rasa kue kering bagelen merk JIREH, yakni roombutter dan cheese.

Keduanya sangat tepat dinikmati dalam berbagai suasana, bahkan saat galau pun tetap terasa nikmat dan renyah !

Yuk, buktikan !

Leave a comment »

Sejarah Kota Purworejo

Sejarah Kota Purworejo

Kabupaten Purworejo memiliki sejarah yang sangat tua, dimulai dari zaman Megalitik disinyalir telah ada kehidupan dengan komunitas pertanian yang teratur, terbukti dengan sejumlah peninggalansejarah di masa MEGALITH berupa MENHIR Batu Tegak di sejumlah wilayah Kecamatan di Kabupaten Purworejo. Ketika zaman Hindu Klasik, kawasan Tanah Bagelen berperan besar dalam perjalanan sejarah Kerajaan Mataram Kuno (Hindu). Tokoh Sri Maharaja Balitung Watukoro dikenal sebagai Maharaja Mataram Kuno terbesar, dengan wilayah kekuasaan meliputi : Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa Wilayah Luar Jawa.

Prof. Purbacaraka menyatakan bahwa Sri Maharaja Balitung Watukoro berasal dari daerah Bagelen. Indikasi ini tercermin pada nama “Watukoro” yang menjadi nama sebuah Sungai Besar, Sungai ini disebut juga dengan nama Sungai Bogowonto. Disebut demikian, mengingat pada masa itu di tepian sungai sering terlihat pendeta (Begawan).

Petilasan suci berupa Lingga, Yoni dan Stupa tempat para begawan melakukan upacara dapat dilihat di wilayah Kelurahan Baledono, Kecamatan Loano dan Bagelen. Desa Watukoro sendiri terdapat di muara sungai Bogowonto dan masuk dalam wilayah Kecamatan Purwodadi.

Pengembangan Agama Islam di wilayah Purworejo, dilakukan oleh Ki Cakrajaya seorang tukang sadap nira dari Bagelen, murid dari Sunan Kalijogo. Ki Cakrajaya lebih dikenal dengan sebutan Sunan Geseng. Peninggalan Sunan Geseng banyak terdapat di Bagelen dan Loano.
Kenthol Bagelen yang merupakan Pasukan Andalan Sutawijaya, tokoh yang kemudian naik tahta menjadi Panembahan Senopati, merupakan dasar pembentukan Kerajaan Islam Mataram. Pada periode berikutnya ketika Sultan Agung berkuasa di Mataram, pasukan dari Bagelen inilah yang memberikan andil besar dalam penyerangan ke Batavia dan termasuk pasukan inti Mataram.

Leave a comment »

Testimoni Apa Adanya …

Leave a comment »

Misteri Kue Bagelen

Dari manakah asal roti bagelen ini? OK, dugaan pertama adalah dia datang dari Bagelen! Bagelen adalah nama sebuah daerah (kayaknya udah ga pas disebut ‘desa’) yang sudah tercatat dalam sejarah kerajaan Mataram kuno. Letaknya berada dalam lingkaran Purworejo, Jawa Tengah. Teori ini sayangnya tidak didukung oleh fakta bahwa ada merk bagelen kondang yang dihasilkan oleh kota Bagelen.

Catatan otentik justru menunjukkan bahwa roti bagelen paling terkenal dari distrik tersebut datang dari sebuah toko roti bernama “BAGELEN” yang beroperasi di Kutoarjo. Menurut bungkusnya (dan menurut liputan TV), toko ini sudah menghasilkan bagelen yang termasyhur sejak 1906. Mengingat tulisan di bungkusnya yang bertitel “Begelen Biscuit” dan gambar nyonyah berbusana western lengkap dengan apron, bisa dipastikan bahwa makanan ini punya pengaruh eropa yang cukup kuat.

Ini jelas lebih tua daripada bagelen yang dihasilkan oleh produsen lain asal Jawa Barat, alm. Ateng Adiwidjaja, pembuat bagelen dengan merk “ABADI”. Menurut website resminya, bagelen ABADI sampai ke publik pertama kali tahun 1947, dari pabriknya di kota Garut, Jawa Barat. Baru tahun 1967, Abadi memindahkan operasinya ke Bandung dan membuka tokonya tahun 1969 di jalan Purnawarman, Bandung sampai sekarang.

Dari sini semakin jelas bahwa tampaknya bagelen adalah produk yang pertama kali dipopulerkan oleh toko roti “Bagelen” di Kutoarjo, dekat Bagelen. Betul? Nanti dulu..Jauh sebelum alm. Ateng Adiwidjaja, bahkan jauh sebelum toko roti Bagelen di Kutoarjo membuka pintunya, di kota Garut telah beroperasi sebuah pabrik roti bagelen! Hanya 55 tahun setelah Perang Jawa (a.k.a Perang Diponegoro) usai, persisnya di tahun 1885, pabrik/ toko roti Kho Pek Goan sudah menjual roti
bagelen. Bungkusnya tampil lebih “klasik” daripada bagelen asal Kutoarjo. Gambar neng geulis berkonde tersenyum terpampang di situ. Apakah toko roti Kho Pek Goan adalah pabrik tertua di Indonesia yang menghasilkan bagelen? masih belum pasti, tapi yang jelas catatan tahun pada
bungkus produk ini telak-telak mematahkan “pseudo-history” yang menyatakan bahwa roti bagelen berasal dari Bagelen di Jawa Tengah.

Sejarah roti bagelen mungkin bisa dirunut ke sebuah produk bernama belanda ‘warmbollen’ atau yang dikenal sebagai ‘bagelen basah’, yang kemudian “dikeringkan” dengan cara dipanggang kembali untuk mencegah jamuran. Ini tentu belum menjawab pertanyaan awal, siapa yang pertama kali membuat,
menjual dan mempopulerkannya.

Penulis : Irvan Kartawiria – Serpong (milis Jalan Sutra)

Leave a comment »

Asal Usul Bagelen

Roti Bagelen
Siapa yang tidak kenal Roti Bagelen? Dulu saya kira roti ini termasuk makanan import ternyata asal muasal roti ini dari Purworejo.

 

Roti yang secara tradisional berasal dari Purworejo, Jawa Tengah ini, mulai unjuk gigi. Penjualannya sudah banyak yang memasuki pasar swalayan dengan kemasan menarik.

 

Bagelen, sebetulnya, adalah nama sebuah daerah di Purworejo, Jawa Tengah. Tapi, kemudian, nama itu ngetop menjadi nama sebuah jenis roti kering. Sebabnya, tentu saja, karena dulu di Bagelen banyak perajin roti kering. Mereka menyebutnya roti “adu maning”.

 

Namun, setelah berkembang ke berbagai daerah, sebutan “adu maning” digantikan dengan nama Bagelen. Sejak itu, Roti Bagelen yang berbentuk bulat (roti pada burger) atau lonjong banyak dijumpai di pasar atau kios-kios makanan kering di luar Purworejo, seperti Yogyakarta dan Solo bahkan hingga keluar pulau jawa. Pembuatannya pun, sudah banyak dilakukan oleh pengusaha-pengusaha di luar Purworejo.

 

Leave a comment »

Hello world!

bread Bagelen
Who does not know Bagelen Bread? I used to think this breadincluding imported food was the origin of this bread of Purworejo.
Bread that is traditionally derived from Purworejo, Central Java,began to show off. Sales have been many who entered the supermarket with attractive packaging.

Bagelen, in fact, is the name of a region in Purworejo, Central Java.But, then, that name becomes the name of a popular type of drybread. The reason, of course, because many of craft used inBagelen dry bread. They call the bread “blogging contest”.

However, after expanding into different areas, called”shoot-blogging” is replaced with the name Bagelen. Since then, a round Bagelen Roti (bread on the burger) or oblong often found inmarkets or dry food stalls outside Purworejo, such as Yogyakartaand Solo even to exit the island of Java. Making any, has been doneby outside entrepreneurs Purworejo.

1 Comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.